Sejarah Musik Jazz

Musik

Banyak yang beranggapan bahwa musik jazz adalah musiknya kaum elite dan mapan. Namun bila kita menegok ke akar jazz boleh dibilang justru bertolak belakang. Jazz adalah sebuah seni ekspresi dalam bentuk musik. Jazz disebut sebagai musik fundamental dalam hidup manusia dan cara mengevaluasi nilai-nilai tradisionalnya. Tradisi jazz berkembang dari gaya hidup masyarakat kulit hitam di Amerika yang tertindas. Awalnya, pengaruh dari tribal drums dan musik gospel, blues serta field hollers (teriakan peladang). Proses kelahirannya telah memperlihatkan bahwa musik jazz sangat berhubungan dengan pertahanan hidup dan ekspresi kehidupan manusia.

Yang menarik adalah bahwa asal kata “jazz” berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi seksual. Sebagian irama dalam musik jazz pernah diasosiasikan dengan rumah-rumah bordil dan perempuan-perempuan dengan reputasi yang kurang baik. Dalam perjalanannya kemudian, jazz akhirnya menjadi bentuk seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, yang merefleksikan melodi-melodi secara spontan. Musisi jazz biasanya mengekspresikan perasaannya yang tak mudah…

Lihat pos aslinya 1.176 kata lagi

Iklan

Java Jazz 2015 Hadir Dengan Tema “Exploring Indonesia”

Buzang Media

Jakarta, buzang – Tahun ini tepat satu dekade Java Jazz Festival (JJF). Java Festival Production selaku penyelenggara JJF terus berusaha memberikan yang terbaik setiap tahunnya, selalu ada konsep baru yang diusung demi membuat JJF semakin menarik. Seperti yang dilakukan tahun ini, JJF 2015 hadir dengan mengusung tema “Exploring Indonesia”. Tema tersebut diusung karena ingin memperkenalkan Indonesia kepada para penonton Java Jazz Festival yang beragam dan datang dari berbagai daerah di Indonesia juga negara lain.

Dewi Gontha selaku direktur utama Java Festival Production mengatakan, Tahun ini Java Festival Production menargetkan 130 ribu pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan dan dia berharap bisa mencapai target itu.

Java Jazz Festival 2015 ini akan diselenggarakan pada tanggal 6-8 Maret 2015 di Ji Expo Kemayoran, Jakarta. Musisi luar negeri yang diperkirakan mengisi acara ini antara lain, Jessi J, Christina Perri, Lisa Ono, Bobby McFerrin dan Snarky Puppy. Sedangkan musisi dalam negeri ada Kahitna, Tulus, Sheila…

Lihat pos aslinya 98 kata lagi

Evolution of the Frankenstrat – Mark II

Project EVH

After going through the original Frankenstrat and the VH2 “Bumblebee” guitar, Eddie became a little unsatisfied with both original guitars. The original Frankenstrat was continually becoming copied everywhere and Bumblebee sounded unsatisfactory to Eddie’s continual search for the perfect sound and tone for the guitar.

For Eddie Van Halen, good enough is never good enough. He always seeks out the best possible option for his sound.

Picture courtesy https://www.youtube.com/watch?v=bMDHwYTeZd0

He went back to the drawing board inside his mind and instead realised that although the other guitars were brilliant in their own way, he needed a new one that could become potentially better than the others. So he decided to make a simple guitar so interesting that people could not copy it directly like the previous two guitars.

So he retired the VH2 guitar and set out to create a new one. He began with the same guitar the previous…

Lihat pos aslinya 1.188 kata lagi

Barry Likumahuwa

Barry Likumahuwa

  • Pantau halaman ini
Barry Likumahuwa
Lahir Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa
14 Juni 1983
Bendera Indonesia JakartaIndonesia
Pekerjaan Pemusik
Orang tua Benny Likumahuwa dan Ria Likumahuwa

Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa(lahir di Jakarta14 Juni 1983; umur 31 tahun) adalah seorang bassist muda berbakat yang dimiliki oleh Indonesia, dengan aliran funk jazz nya.

Tahun 2008 ia merilis album solo pertamanya yaitu Good Spell dan tahun 2011 ia bersama BLP (Barry Likumahuwa Project) merilis album keduanya yaitu Generasi Synergy. Album Generasi Synergy berada pada urutan ke 9 di 20 album terbaik 2011 menurut majalah Rolling Stone Indonesia. Lalu pada februari 2014 BLP merilis album keduanya yang bertajukInnerlight, album ini berkolaborasi dengan deretan penyanyi hebat Indonesia di antaranya Indra Aziz, Soulmate, Bayu Risa, Bubu Giri, Ivan Saba & juga Glenn Fredly. Album Innerlight sendiri sempat menduduki posisi 1 top download iTunes Indonesia di minggu pertama album tersebut dirilis.

Kehidupan awalSunting

Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwaatau yang lebih dikenal dengan Barry Likumahuwa lahir di Jakarta, 14 Juni 1983. Barry merupakan putra dari musisi jazz senior yaitu Benny Likumahuwa. Nama Barry sendiri merupakan nama panggilan yang diambil dari kedua orang tuanya yaitu Benny dan Ria. Pada saat memulai karirnya, Barry sempat tidak mau memakai nama Likumahuwa karena takut dibanding-bandingkan dengan ayahnya, lantas ia mulai tampil dengan nama Barry Likoe. Selama satu tahun ia memakai nama Barry Likoe, namun karena peraturan di keluarga AmbonBarry sebagai anak laki harus meneruskan nama keluarga oleh sebab itu akhirnya mau tidak mau ia memakai nama Likumahuwa.

Barry memiliki bakat musik sejak kecil. Pada usia empat tahun,ia mulai memainkan terompet dan beberapa tahun kemudian instrumen bassmenjadi pilihannya sampai sekarang.

Awal KarirSunting

Cikal bakal bermain bass nya dimulai saat ia duduk di bangku sekolah dasar. Ketika itu ia dan teman-teman sebayanya sedang terkena demam hitsCerita Cinta dari Kahitna. Namun disaat teman-temannya sibuk menghafal dan menyanyikan lagu tersebut, ia justru sibuk menghapal bass line-nya. Sesampainya dirumah, ia mencoba mentransformasikan bass line tersebut melalui gitar lalu kemudian pindah ke media bass. Pada masa-masa tersebut ia mempelajari bass secara diam-diam dan melakukan recording sederhana dengan tape recorder.

Permainannya di wilayah funk yang luwes dan apa adanya membuktikan kepada masyarakat bahwa jazz bisa dinikmati secara luwes dan tidak melulu hanya bisa dinikmati oleh orang tua.

Karir dan Kehidupan Selanjutnya

Sepanjang karir bermusiknya ia pernah menjadi pemain bass untuk Glenn FredlyTangga, Andien, Marcell, Agnes Monica, Dewi Sandra dan tentu saja ikut serta dalam album kompilasi Bass Heroes. Barry pada tahun 2006-2008 diendorse oleh Cort dan melakukan serangkaian tur klinik ke beberapa daerah, lalu pada 2008 sampai sekarang Barry diendorse oleh G&L Bass, Gallien Krueger Amps, Digitech Pedals & DR Strings.

Pada bulan November 2006 ia membentuk Barry Likumahuwa Projectyang merupakan idealisme dari Barry Likumahuwa yang menggabungkan musik Jazz FusionFunk/soul rhythm, dengan jazz harmony dan melody, membaurkan dalam dalam suatu bentuk rock and roll. Band ini terdiri dari anak-anak muda berbakat yang siap membawa anda pada suatu jenis musikyang takkan mudah terlupakan.

Barry Likumahuwa Project terdiri dariBarry Likumahuwa (electric bass),Henry Budidharma (electric guitar),Denis Junio (alto saxophone), Donny Joesran (keyboards, piano), Jonas Wang (drum), Matthew Sayersz (vocal). Pada 2012 Matthew tidak lagi bergabung dengan BLP dan memutuskan bersolo karir, hingga saat in BLP memutuskan untuk tidak menggunakan penyanyi tetap.

Mereka pernah beraksi di banyak event,sebut saja: The 8th JakJazz Festival on November 2006 ,The 3rdJava Jazz Festival on march 2007 , Soul For Indonesian Earth on July 2007, Jazz at the Bimasena on August 2007, The 9th JakJazz, 30th Jazz Goes To Campus (held by the Economic Faculty of Universitas Indonesia), The 4th Java Jazz Festival, The 6th Taichung International Jazz Festival in Taichung, Taiwan, The 5th Java Jazz festival , Bangkok Jazz Festival, The 31st Jazz Goes to Campus, The 10th JakJazz,Ambon Jazz Plus Festival.

Di luar BLP Barry sendiri memiliki project lainnya, seperti Barry Likumahuwa Quintet, LLW bersamaIndra Lesmana dan Sandy Winarta, ia juga aktif berkolaborasi dengan musisi – musisi lokal seperti Dewa Budjana, Dwiki Dharmawan dan musisi – musisi internasional seperti Jeremy Tordjman(Perancis), Erik Hargrove (USA), Lewis Pragasam (Malaysia), Jeremy Monteiro (Singapura), Ezra Brown (USA) dan lain lain.

Album Good Spell

Pada bulan Mei 2008, Barry Likumahuwa merilis album solo pertamanya yang diberi judul Good Spell yang digarap secara mandiri, yang terdiri dari 11 track :

  1. Intro – My Prayer
  2. Walkin’ With The Bass (feat Gadis V)
  3. Mati Saja (with The Pentatones &Matthew Sayerz)
  4. Scholastica (feat Benny Likumahuwa)
  5. Saat Kau Milikku
  6. Remembering You
  7. Good Spell
  8. Aku & Hadirmu (feat Soulmate)
  9. The Journalist (feat Nicky Manuputty)
  10. Bananas & Cucumbers (withBazzatlack)
  11. ‘Til The NExt Hello (feat Bass G)

Album Generasi Synergy

Album pertama dari Barry Likumahuwa Project (BLP) ini dirilis pada 4 Maret 2011 dan terdiri dari 11 track :

  1. Introduction
  2. Generasi Synergy
  3. Craze (Yang Terindah)
  4. Twitter Jam
  5. Heart Keeper
  6. Cinta Abadi
  7. Seven 7
  8. Saat Kau Milikku
  9. Kappanya
  10. We Miss You
  11. Jazz In You

PenghargaanSunting

  • 1st winner of Indonesia Music Festival, [[bass] category held by Fender, 2003
  • Best bassist Asian Beat Festival,Jakarta Final, 2003
  • Most Favourite New Comer, Jak Jazz Awards 2008
  • Jazz Rising Star, JGTC Awards 2008
  • “Matt Saja” Best Jazz Song ICEMA (Indonesian Cutting Edge Music Awards) 2010
  • Exclusively an endorse artist for G&L bases & DR strings (2008-2010)

Source: wikipedia